SMAK Giovanni Kupang – OSIS SMA Katolik Giovanni Kupang kembali menghadirkan kegiatan edukatif bagi para siswa melalui podcast bertema “Kepemimpinan” yang diselenggarakan oleh Departemen 9 OSIS. Kegiatan ini berlangsung di Studio Podcast SMA Katolik Giovanni Kupang dan menjadi wadah bagi siswa untuk belajar mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, serta pengembangan karakter generasi muda.
Podcast yang dipandu oleh Rakhasyah Fidel Farrel Xavier De Angelis Fallo tersebut menghadirkan Ketua OSIS masa bakti 2026–2027, Devid Lowdry Tehusalawane, serta mantan Pengurus Inti OSIS masa bakti 2025–2026, Angeline Priety Alexandra Meomanu, sebagai narasumber.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, kedua narasumber membagikan pengalaman mereka selama berorganisasi di OSIS sekaligus menjelaskan pentingnya menanamkan jiwa kepemimpinan sejak usia sekolah. Kepemimpinan tidak hanya dipahami sebagai kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga kemampuan mengelola diri sendiri, bertanggung jawab, dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.
Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah perbedaan antara pemimpin dan bos. Menurut para narasumber, seorang pemimpin sejati tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga mampu bekerja bersama tim, melayani, serta menjadi bagian dari solusi dalam setiap tantangan yang dihadapi organisasi. Sebaliknya, seorang bos cenderung hanya berfokus pada perintah dan hasil tanpa terlibat secara langsung dalam proses yang dijalankan.
Selain membahas makna kepemimpinan, podcast ini juga mengulas berbagai manfaat yang diperoleh siswa melalui keterlibatan dalam organisasi sekolah. Pengalaman berorganisasi dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan berbicara di depan umum, keterampilan berpikir kritis, kemampuan mengambil keputusan secara cepat, serta kedisiplinan dalam mengatur waktu.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya OSIS SMA Katolik Giovanni Kupang untuk membangun karakter kepemimpinan generasi muda di era digital. Melalui podcast, siswa tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga didorong untuk berani menyampaikan pendapat, keluar dari zona nyaman, dan terus mengembangkan potensi diri.
Di akhir kegiatan, para narasumber mengajak seluruh siswa untuk tidak takut menghadapi kegagalan. Setiap pengalaman, termasuk kegagalan, dipandang sebagai bagian penting dari proses belajar yang akan membentuk pribadi yang lebih tangguh, konsisten, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.
Melalui kegiatan ini, OSIS SMA Katolik Giovanni Kupang berharap semakin banyak siswa yang termotivasi untuk aktif berorganisasi, mengembangkan kemampuan kepemimpinan, serta menjadi generasi muda yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.

